Friday, June 17, 2011

SEJARAH PENCIPTAAN KOMPUTER



1937
Dr. John V. Atanasoff secara resmi di beri penghargaan atas diciptakannya komputer elektronik digital. Dr. Atanasoff mengembangkan komputer elektronik digital pertama sejak 1937 – 1942 dan di bantu oleh mahasiswa lulusan yang bernama Clifford Berry. Ia menyebut penemuannya sebagai Atanasoff-Berry Computer atau disingkat ABC.
1946 Setelah berbicara dengan Dr. Atanasoff, membaca buku manual cara kerja ABC dan melihat ABC, Dr. John W. Mauchly bekerja sama dengan Mr. J. Presper Eckert untuk mengembangkan sebuah mesin yang bisa menghitung lintasan peluru (trajectory) untuk Angkatan Darat Amerika. Hasilnya, sebuah komputer elektronik skala besar yang rampung tahun 1946 dan bernama ENIAC. Karena ribuan kali lebih cepat dari mesin pendahulunya, ENIAC merupakan sebuah terobosan besar-besaran dalam teknologi komputer. Beratnya 30 ton, menempati ruangan seluas 1500 kaki kuadrat, dan memiliki lebih dari 18.000 tabung hampa udara (vacuum tube). Legenda menyatakan bahwa ENIAC yang dibuat di Universitas Pennsylvania telah mengurangi ‘pasokan’ cahaya untuk Philadelphia bila diaktifkan.
Hasil yang mengagumkan pada ENIAC menandakan dimulainya komputer generasi pertama.
Generasi KomputerKomputer Generasi Pertama (1946 – 1959)
UNIVAC I. Komputer generasi pertama dikarakteristikan dengan keistimewaan yang sangat mencolok pada ENIAC– tabung hampa udara. Sampai tahun 1950, beberapa komputer lain menggunakan tabung tersebut, setiap komputer memberikan kemajuan yang berarti dalam pengembangan komputer. Pengembangan tersebut termasuk binary aritmetic, random access, dan konsep dari program yang tersimpan.
1951 The U.S. Bureau of Cencus pada tahun 1951 menginstalasi komputer komersial pertama yang bernama Universal Automatic Computer – UNIVAC I. UNIVAC I dikembangkan oleh Mauchly dan Eckert untuk Remington-Rand Corporation.
IBM Memasuki Pasar KomputerKomputer elektromekanik pertama merupakan hasil dari penelitian yang disponsori IBM. Hasilnya, Mark I, rampung pada tahun 1944 oleh seorang profesor Universitas Harvard, Howard Aiken. Pada saat itu, IBM memonopoli peralatan pemroses data punched-card. Pimpinam IBM tidak merasa bahwa komputer tersebut (UNIVAC I) bisa menggantikan mesin punched-card, untuk itu mereka tidak mau memasuki pasar. Belum sempat UNIVAC I sukses, IBM membuat keputusan baru untuk mengembangkan dan memasuki pasar komputer.
Produk IBM pertama yang di jual di pasaran adalah IBM 701 pada tahun 1953. Hebatnya, IBM 650 diperkenalkan pada tahun berikutnya yang mungkin dengan alasan IBM cukup meraih keuntungan yang besar pada tahun sebelumnya. Untuk menyingkirkan pesaingnya, IBM 650 dibuat supaya bisa meng-upgrade mesin-mesin punched-card yang ada. Itu karena IBM 650 memproses data dengan sebuah cara yang mirip dengan cara tradisional pada mesin punched-card.
Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)
Bagi kebanyakan orang, penemuan transistor berarti semakin praktis. Untuk itu dalam bisnis pemrosesan data, menandakan dimulainya komputer generasi kedua. Transistor berarti semakin berkinerja, lebih diandalkan, dan komputer lebih murah yang menempati sedikit ruang dan menghasilkan sedikit panas.
Biaya seharusnya bisa ditekan. Harga komputer selama generasi pertama, kedua dan sebagian generasi ketiga merupakan bagian penting dari anggaran sebuah perusahaan. Inovasi di pacu dengan persaingan yang menghasilkan penambahan kinerja dan penurunan harga komputer secara besar-besaran.
Karakteristik yang dominan pada komputer generasi kedua:
Transistor
Kompatibilitas yang terbatas pada tiap komputer yang beda pabrik Tidak ada kompatibilitas antar pabrik yang berbeda Adanya bahasa pemrograman low-level.
Komputer Generasi Ketiga (1964 - ?)
Karakteristik
Beberapa ahli sejarah menganggap peristiwa terpenting dari sejarah komputer terjadi ketika IBM meluncurkan komputer System 360 pada tanggal 7 April 1964. System 360 termasuk ke dalam komputer generasi ketiga. Integrated circuits merupakan teknologi baru dari generasi ini seperti halnya transistor pada generasi kedua.
Masalah-masalah kompatibilitas pada komputer generasi kedua hampir hilang pada komputer generasi ketiga ini. Bagaimanapun juga, komputer generasi ketiga sama sekali berbeda dengan generasi kedua. Perubahannya merupakan ‘revolusioner’, bukan ‘evolusioner’, dan menyebabkan konversi yang besar-besaran untuk ribuan komputer yang ada.
Pada pertengahan 1960, hampir jadi kenyataan bahwa setiap instalasi komputer bisa berkembang dengan cepat. Sebuah karakteristik yang penting pada komputer generasi ketiga ini adalah ‘upward compatibility (kompatibilitas ke atas)’, yang berarti perusahaan bisa membeli komputer dari vendor dan kemudian bila perlu meng-upgrade-nya ke komputer yang lebih canggih tanpa memprogram ulang sistem informasi yang ada.
Komputer generasi ketiga bekerja sangat cepat (pada masanya) sehingga bisa menjalankan satu program secara bersamaan (multiprogramming).
Minicomputer
Permintaan komputer kecil (small-computer) untuk aplikasi bisnis dan ilmu pengetahuan/penelitian sangatlah besar sehingga tidak sedikit pembuat komputer hanya memproduksi small-computer saja. Small-computer ini lebih dikenal sebagai minicomputer. Digital Equipment Corporation (DEC) dan Data General Corporation (DGC) menjadi pemeran utama pertama dalam penjualan dan pembuatan minicomputer ini.
Komputer Generasi Keempat
Beberapa vendor mengumumkan “komputer generasi keempat” dan beberapa yang mengumumkan “komputer generasi kelima”. Ini hanyalah strategi pasar saja. Tiga generasi sebelumya dibedakan dengan terobosan teknologi elektronik penting – lampu tabung hampa udara, kemudian transistor dan integrated circuit. Generasi keempat muncul dengan perkembangan yang tidak begitu mencolok, hanya dalam bentuk komputer dan software yang agak maju saja, dan mungkin komputer generasi ini tidak akan seberuntung generasi sebelumnya dalam hal ‘merajai’ pasar dunia sebelum terobosan teknologi baru berikutnya. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang sering menyebut generasi ini sebagai generasi 3½.
Micropocessor
Salah satu dari banyaknya kontribusi dalam pemunculan komputer generasi berikutnya adalah microprocessor. Microprocessor terkandung dalam sebuah chip silikon tunggal. Mikroprocessor pertama kali didemonstrasikan oleh Texas Instruments pada tahun 1971. Harganya bisa beberapa dollar saja dan bisa ditemukan pada apapun, dari mesin sampai satelit.
Microcomputer
Merupakan alat pemroses yang kecil, relatif tidak mahal, tetapi berkinerja tinggi. Microprocessor ‘terkandung’ dalam sebuah komputer yang bernama microcomputer. Sedangkan microcomputer memungkinkan pemakaian pada bisnis kecil dan pribadi. Microcomputer juga biasanya disebut personal computer (PC).
Tipe suatu PC ditentukan oleh prosesor-nya (otak/pusat pemrosesan). Prosesor pertama yang digunakan pada PC adalah 8086 dati INTEL yang dipakai pada komputer jenis XT (eXtended Technology) yang disusul dengan processor 8088. Selanjutnya muncul processor 80286 yang digunakan pada PC jenis AT (Advanced Technology). Kinerja AT ?10 – 15 kali lebih cepat dari XT, dan kecepatan turbonya ? 5 – 9 kali kecepatan turbo XT. Selanjutnya muncul processor 80386SX, 80386DX, 80486SX, 80486DX, …dst. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini.
Perbedaan 80386SX dengan 80386DX hanya terletak pada lebar data bus saja. Sedangkan 80486SX dengan 80486DX berbeda pada disertakannya math-co dan cache memory pada processor.
Nama Pentium di pakai karena seri 80568 sudah dipakai terlebih dahulu oleh AMD dengan seri 805x86-P75. Bedanya Pentium dengan Pentium Pro hanya sebatas kecepatan akses-nya saja. Sedangkan pada Pentium MMX, Pentium II dan Pentium III merupakan penambahan beberapa instruksi baru yang berguna dalam hal multimedia (MMX/ISSE). Pentium Celeron sebenarnya Pentium II juga, hanya saja pada Celeron jumlah cache memory-nya dihilangkan/dikurangi. Hal ini dilakukan karena harga Pentium II sangat mahal dan pengurangan cache memory ini bisa menekan harga sampai setengahnya tanpa mengorbankan kinerja.
Penerapan Komputer Pada Bidang Ilmu Pengetahuan Sebenarnya banyak sekali penerapan komputer pada berbagai bidang, salah satunya adalah dibidang ilmu pengetahuan melalui simulasi komputer.
Pada intinya, tugas yang diemban oleh simulator adalah membantu para ilmuwan dalam pencarian sesuatu yang mustahil atau sulit dilakukan. Salah satu contoh yang diberikan oleh simulasi komputer adalah memecahkan teka-teki medan magnet yang terdapat di planet Neptunus.
Jika di planet tersebut terdapat benda cair, maka daya listrik yang ditimbulkan akan meningkat tinggi. Pertanyaannya: “Apa yang terjadi dengan air tersebut bila dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur yang sangat tinggi?.”
Ini semua dapat dijawab oleh sebuah super komputer yang ada di MaxPlanck Institut di Stuttgart: “Molekul-molekul air dapat berubah bentuk menjadi molekul metal dalam suhu tinggi dan tekanan besar yang dipengaruhi medan magnet tertentu”. Teori ini dikemukakan oleh Parrinello setelah melakukan percobaan selama seminggu penuh. Hasil dari penelitiannya menunjukkan atom air yang berstruktur molekul H2O membuat sebuah hubungan baru dan berubah bentuk ke struktur atom baru.
Setelah berhasil memecahkan teka-teki ilmu kimia, sekarang Michelle Parrinello mulai berpikir ke arah sistem biologi. Ia ingin membuat enzim penolong yang dapat membasmi virus HIV. Bila proyek ini berhasil, maka penyakit AIDS akan dapat disembuhkan. Namun ada teori yang sampai saat ini belum bisa dipecahkan, yaitu Teori Relativitas (Theory of Relativity) yang dikemukakan oleh Albert Einstein pada tahun 1905. Teori ini yang berhubungan dengan ruang dan waktu ini menjelaskan proses kecepatan cahaya (speed of light) yang memungkinkan terjadinya perjalanan antar ruang dan waktu dan memperlambat perputaran waktu.
Teori Relativitas ini nantinya menggambarkan keberadaan lubang hitam (Black hole) di angkasa luar yang tidak dapat ditembus, bahkan oleh cahaya sekalipun.
Beberapa institusi, baik yang berada di Jerman maupun di Amerika dan Italia telah melakukan kerja sama untuk membuat sebuah detektor yang mampu memecahkan teka-teki terbesar dunia ini.

Thursday, June 9, 2011

PERKAHWINAN ANTARA ORANG YANG BUKAN ISLAM DENGAN YANG ISLAM (KAWIN CAMPURAN) MENURUT ISLAM


Yang dimaksud dengan perkawinan campuran adalah perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang berbeda keyakinannya atau berbeda agamanya atau berbeda kebangsaannya (asal keturunannya) atau kewaragaan negaranya.
-Misalnya:
Perkawinan antara seorang laki-laki muslim dengan perempuan yang beragama Hindu atau seorang laki-laki yang berketurunan Indonesia dengan seorang perempuan Malaysia atau sebaliknya.
Islam melarang keras laki-laki Muslim mengawini perempuan Musyrikah.
Hukum Islam membagi AGAMA-AGAMA yang ada di Dunia ini menjadi 2 bagian:
1. Agama Wahyu/Samawi
2. Agama Non Wahyu/Ardli

ad.1) Agama Wahyu/Samawi
Agama tersebut bisa juga disebut Agama Samawi (langit) yakni agama yang berasal dari wahyu Allah kepada para nabi untuk disampaikan kepada umatnya.
Agama Samawi tersebut sampai sekarang masih dapat kita temukan seperti agama Yahudi, Nasrani dan Agama Islam.
ad.2) Agama non wahyu (agama Ardli)
Ialah agama yang berasal dari manusia tanpa dasar petunjuk dari Allah, tanpa Kitab dan tidak mempunyai Nabi.
Agama yang kedua ini banyak macamnya diantaranya:
-agama Majusi (mereka menyembah Api)
-agama Watsani (mereka menyembah Berhala)
-agama Saba'i (mereka menyembah bintang)
Didalam Al qur'an terdapat suatu larangan keras bagi-laki Muslim mengawini perempuan Musyrik (lihat ayat 221 surat Al baqarah) yang artinya: ''Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrika, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu'min lebih baik dari wanita musyrika, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrika (dengan wanita-wanita mu'min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu'min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak kesurga dan ampunan dengan izinnya. Dan Allah menerangkan ayat-ayatNya (perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran''.

Yang dimaksud dengan wanita musyrik pada ayat tersebut ialah:
Perempuan yang menyembah berhala dan patung-patung dengan keyakinan bahwa berhala-berhala itu dapat menjadi Mediator untuk mendekatkan seseorang kepada Allah.
Dalam hal ini mencakup juga perempuan-perempuan yang percaya adanya banyak Tuhan/ percaya ada Tuhan selain Allah/sama sekali tidak percaya kepada adanya Tuhan. Disamping itu juga tidak meyakini akan adany hari akhirat.

Hikmah dilarang mengawini Perempuan yang musyrikah
Islam melarang perkawinan antara laki-laki Muslim dengan perempuan musyrikah terutama dimaksudkan agar keselamatan keyakinan agama suami dan anak-anaknya benar-benar terjamin, demikian pula keserasian hidup berumah tangga benar-benar dapat tercapai, tidak ketinggalan masalah pendidikannya bagaimana cara mendidik anak yang ayahnya Isjam dan Ibunya musyrikah.

''PERKAWINAN Laki-laki Muslim dengan Perempuan Ahli Kitab''
Berbeda halnya dengan perempuan-perempuan musyrikah, Islam membolehkan laki-laki Muslim mengawini perempuan Ahli Kitab yaitu perempuan-perempuan yang beragama yahudi atau nasrani.
Dalil yang dapat kita angkat kepermukaan dapat dilihat firman Allah ayat 5 surat Almaidah yang artinya: ''Makanan(sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula bagi mereka). (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan, diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu''.

Islam memberi kesempatan kepada laki-laki muslim untuk mengawini perempuan Ahli Kitab, karena adanya titik pertemuan antara agama-agama mereka dengan agama Islam. Hal ini terjadi oleh karena berasal dari Satu Sumber yaitu dari ALLAH, baik Yahudi, Nasrani maupun Islam, mereka menganjurkan Iman kepada Allah, Hari Akhirat.

Perkawinan antara Laki-laki Muslim dengan Perempuan Ahli Kitab Adalah bertujuan untuk:
1. Membuktikan bahwa terhadap para penganut agama yang bersumber kepada Wahyu Allah, islam senantiasa nampak baik dikalangan mereka diatas dasar Kasih Sayang agar benar-benar dapat dirasakan betapa tingginya nilai-nilai ajaran islam itu. Sekaligus dapat dipahami bahwa islam adalah benar-benar agama Allah yang menyempurnakan agama-agama wahyu sebelumnya.
2. Agar Islam Ahli Kitab itu akan terbujuk hatinya menerima kebenaran Islam meskipun perlu ditegaskan bahwa Islam tetap menjamin kebebasannya untuk berpegang teguh kepadanya Yahudi atau Nasrani. Islam mengizinkan perkawinan laki-laki Islam dengan Ahli Kitab bukan mutlak. TETAPI ada hal-hal yang tidak membolehkannya antara lain:
a. Dengan jaminan keselamatan agama suami dan anak-nya, bahkan jaminan keselamatan Islam dan umat Islam pada umumnya.
Apabila misalnya: Laki-laki muslim kawin dengan perempuan Ahli Kitab, dimana suami tidak akan mungkin memegang pimpinan dalam rumah tangga oleh karena posisinya yang lemah, sehingga si istrilah yang memegang peranan dirumah tangganya. Lebih-lebih lagi bila terdapat kekhawatiran bahwa justru suami yang muslim itu akan tertarik pada agama si isteri,ini sanga berbahaya dan sangat memperihatinkan kalau sampai terjadi hal yang semacam ini,maka perkawinan Islam dengan Alhli Kitab dilarang padanya.
b. Dengan pertimbangan-pertimbangan untuk kemaslahatan dan keselamatan Islam dan Umat Islam maka Kholifah Umar Bin Khatthab, pernah melarang keras perkawinan antara laki-laki muslim dengan perempuan Ahli Kitab.

Dasar Hukum Bayi Tabung Menurut Islam

Agama islam telah mengatur masalah tersebut secara Jelas dan Gamblang, yang pada dasarnya memasukkan SPERMA laki-laki ke dalam rahim perempuan yang bukan istrinya yang Sah adalah Haram hukumnya. Nabi Muhammad saw. Telah menjelaskan didalam sebuah hadistnya yang diriwayatkan oleh Abi Bakrin Bin Abid Dunya, yang artinya sebagai berikut: ''Tidak ada satu dosa yang lebih besar setelah syirik di sisi Allah dari pada setetes sperma yang di masukkan oleh seorang laki-laki kedalam rahim yang tidak halal baginya (bukan istrinya)''. 

Dari hadist tersebut dapat dimengerti bahwa memasukkan Sperma ke dalam rahim WANITA lain (Bayi Tabung) hukumnya di Larang Agama, sebab perbuatan seperti tersebut di atas tadi menurut hadist tersebut di Katagorikan sebagai DOSA BESAR setelah SYIRIK. Apabila dalam proses ini sampai terjadi pembuahan maka anak yang lahir dari kehamilan seperti itu adalah Anak Zina bagi pemilik Sperma.
Bayi Tabung Halal menurut Islam, tetapi Bayi Tabung Titip yang Sperma nya bukan berasal dari suami pasangan bersangkutan masih dipertentangkan oleh sebagian Ulama antara Boleh dan Haram.

Kesimpulan:
Bayi Tabung Tetap dianggap boleh menurut Islam, jika Sperma dan Sel telur yang dikawinkan secara Laboratorius itu adalah milik Suami Istri yang sah, sehingga bayi yang dihasilkan juga menjadi sah. Mengenai status/anak hasil insiminasi dengan bantuan Sperma dan/atau Ovum menurut hukum Islam adalah tidak Sah dan statusnya sama dengan anak hasil Prostitusi. Dan kalau kita perhatikan bunyi pasal 42 undang-undang Perkawinan No. I/1974. Anak yang sah adalah anak yang dilakukan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang Sah. Tetapi hukumnya akan Haram bila kedua sel itu bukan berasal dari Suami Istri yang Sah.

Status Anak Zina Menurut Islam

Demikian juga Anak LI'AN ia adalah anak yang Diingkari sebagai anaknya oleh Suami dari Ibu si anak ketika si anak
masih sedang dalam kandungan Ibunya.
Persoalan yang kita sebutkan, dapat kita rinci sebagai berikut:
-Menurut pendapat para Ulama Fiqih
1. IMAM MALIK, berpendapat:
Bahwa jika seorang laki-laki mengawini seorang wanita yang belum pernah dikumpuli atau sudah pernah dalam waktu kurang dari 6 bulan, kemudian wanita tersebut melahirkan Anak setelah 6 bulan dari akad perkawinannya bukan dari masa berkumpulnya. Maka Anak yang dilahirkan itu tidak dipertalikan Nasabnya kepada laki-laki yang menyebabkan perempuan itu mengandung. Perhitungan 6 bulan itu, dihitung dari waktu berkumpulnya. Dalam KASUS seperti ini maka si anak bernasabah pada Ibunya. Demikian pula Pendapat ''IMAM SYAFI'I''.
2. IMAM ABU HANIFAH, berpendapat:
Bahwa wanita yang melahirkan itu Tetap dianggap berada dalam rangkulan suaminya, sehingga karenanya Anak yang dilahirkan itu dapat dipertalikan Nasabnya kepada Ayahnya sebagai Anak. IMAM ABU HANIFAH tersebut memandang masalah ini dari segi Yuridis formil, bukan dari segi adanya kemungkinan Bersetubuh sebagaimana yang dijadikan Dasar Pemikiran IMAM MALIKI dan IMAM SYAFI'I diatas.
Pendapat Abu Hanifah ini beralasan kepada KEUMUMAN hadist Rasul yang artinya:
''Anak itu yang mempunyai tikar dan untuk dipezina ialah batu(H.R.Bukhari Muslim).
Maksudnya:
Sianak tetap berwaris pada Bapaknya.
Pertikaian pendapat para IMAM yang terhormat itu hanyalah dari segi nasabahnya saja, bukan dari Nikahnya. Adapun dari segi Nikahnya mereka tetap Ittifak(sepakat) bahwa nikahnya itu SAH.
IMAM SYAFI'I dan IMAM MALIK, menghitung jika masa 6 bulan dari perkawinan yang telah mereka lewati, maka anak yang lahir dapat di nasabkan kepada Suami wanita itu. Akan tetapi Abu Hanifah tidak menghitung waktu seperti itu.
- Kesimpulan:
Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Jika diikuti analisa Imam Malik dan Imam Syafi'i, maka anak zina yang lahir setelah 6 bulan dari perkawinan Ibu bapaknya, maka anak itu dinasabkan kepada bapaknya.
2. Jika dilahirkan kurang dari 6 bulan, maka anak dinasabkan kepada ibunya.
3. Jika diikuti analisa Imam Abu Hanifah, maka anak zina tetap dinasabkan kepada suami ibunya ketika ia dilahirkan tanpa memperhitungkan waktu masa hamil si ibu.
-Masalah Waris
Anak hanya dapat berwaris kepada ibunya menurut Imam Maliki dan tidak dapat berwaris kepada ayahnya disebabkan putusnya hubungan diantara keduanya.
Namun menurut Imam Hanafi tetap dapat berwaris kepada ayahnya.

Kesimpulan:
-Menurut Imam Ibnu Hazmin dan Ibnu Taimiyah dari Golongan Hambali, menganggap bahwa anak zina tetap berwaris kepada Ayahnya selama Ayahnya mengakui sebagai Ayahnya.
- Adapun Ulama' yang Modern berpendapat seperti diatas ialah Prof.Dr.Yusuf Musa dan Prof.Dr.Ahmad Muhammad Jamal. ______ 

Friday, June 3, 2011

HADIS PILIHAN (Selamat Membaca)

Hadis Abu Ayub Al-Ansariy r.a:
Seorang lelaki kampung yang dalam keadaan musafir telah menghadap Rasulullah s.a.w, lalu dia memegang tali unta baginda. Kemudian lelaki tersebut berkata: Wahai Muhammad! Ceritakanlah kepadaku perkara yang boleh mendekatkanku kepada Syurga dan menjauhkanku dari Neraka. Rasulullah s.a.w tidak segera menjawab, sebaliknya baginda memandang ke arah para sahabat sambil bersabda: Sesungguhnya dia adalah orang yang telah mendapat petunjuk. Kemudian baginda bertanya kepada lelaki tersebut: Apakah perkara yang engkau tanyakan tadi? Lelaki tersebut mengulangi pertanyaannya. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Engkau hendaklah mengabdikan diri kepada Allah, jangan menyekutukannya dengan sesuatu, dirikanlah sembahyang, keluarkanlah zakat dan pulihkanlah hubungan kekeluargaan. Sekarang lepaskanlah unta ini.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #14,Bab Iman Penyebab Utama Masuk Syurga Dan Orang Yang Mematuhi Apa Yang Diperintahkan Akan Memasuki Syurga)
Hadis Ibnu Abbas r.a katanya:
Rombongan Abdul Qais telah datang berjumpa Rasulullah s.a.w lalu berkata: Wahai Rasulullah! Kami berasal dari perkampungan Rabi'ah. hubungan kami dan engkau terhalang oleh orang-orang kafir Bani Mudhar. Oleh itu kami tidak dapat datang menemuimu kecuali pada bulan Haram iaitu bulan Zulkaedah, Zulhijah, Muharam dan Rejab. Oleh yang demikian, perintahkanlah kami dengan sesuatu yang mampu kami lakukan dan kami sampaikan kepada orang lain. Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Aku memerintahkan kamu empat perkara dan melarang kamu empat perkara. Iaitu beriman kepada Allah. Kemudian baginda menjelaskannya kepada mereka. Rasulullah s.a.w bersabda lagi: Mengucap Dua Kalimah Syahadat iaitu: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ mendirikan sembahyang, mengeluarkan zakat dan mengeluarkan satu perlima dari harta rampasan perang. Manakala aku melarang kamu agar tidak membuat arak di dalam bekas yang diperbuat dari labu, bekas yang diperbuat dari campuran tanah, rambut dan darah, bekas yang diperbuat secara melubangkan batang pokok atau bekas yang dilumurkan dengan tar.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #23,Bab Perintah Supaya Beriman Kepada Allah s.w.t Dan Rasul Nya s.a.w. Hukum hukum Agama Serta Seruan Kepadanya. Menuntut Ilmu, Memelihara Dan Menyampaikannya Kepada Orang Yang Tidak Sampai Seruan)
Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Ketika turunnya ayat Al-Quran surah As-Syura, ayat 214 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَYang bermaksud: Berilah peringatan berbentuk ancaman kepada kaum kerabatmu yang terdekat. Rasulullah s.a.w telah menyeru kaum Quraisy lalu mereka semua berkumpul. Rasulullah s.a.w telah berbicara secara umum dan secara khusus. Baginda bersabda lagi: Wahai Bani Kaab bin Luaiy. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Murrah bin Kaab. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Syams. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Manaf. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Hasyim. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Muttalib. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Fatimah. Selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Sesungguhnya aku tidak boleh menolak sebarang seksaan Allah kepada kamu, maka janganlah merasa selamat dari azab Allah dengan sebab mempunyai hubungan kerabat denganku melainkan kamu menjalinkanhubungan silaturahim iaitu Islam. Tentu aku akan menguatkan hubungan itu dengan hubungan yang kuat iaitu ihsan.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #303,Bab Perbincangan Tentang Firman Allah: وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ)
Hadis Saidatina Aisyah r.a katanya:
Kami pernah keluar bersama-sama dengan Rasulullah s.a.w dalam satu perjalanan baginda. Apabila kami tiba di Baida' atau di Zatul Jaisy, rantai leherku terputus lalu Rasulullah s.a.w mencarinya. Orang ramai juga turut mencarinya bersama Rasulullah s.a.w sedangkan mereka tidak mempunyai air sedikit pun. Kemudian orang ramai datang menemui Sayidina Abu Bakar r.a lalu berkata: Tidakkah kamu melihat apa yang telah dilakukan oleh Aisyah? Beliau telah menyebabkan Rasulullah s.a.w dan orang ramai mencari tali lehernya sedangkan mereka tidak mempunyai air sedikit pun. Kemudian Abu Bakar mendatangiku dan ketika itu Rasulullah s.a.w sedang tidur dengan meletakkan kepala baginda di atas pahaku. Beliau berkata: Kamu telah menyekat Rasulullah s.a.w dan orang ramai sedangkan kamu dan mereka semuanya tidak mempunyai air sedikit pun. Aisyah berkata: Abu bakar mencelaku dengan kata-kata: مَا شَاءَ اللَّهُ sehinggalah dia mencelaku dengan tangannya. Aku tidak dapat bergerak kerana Rasulullah s.a.w berada di atas pahaku. Rasulullah s.a.w tidur hingga keesokan harinya tanpa ada air sedikit pun. Kemudian Allah menurunkan ayat tayamum. Lalu mereka pun bertayamum. Sehubungan dengan itu, Usaid bin Hudhair, salah seorang pemimpin berkata: Ini bukanlah keberkatan yang pertama kali bagi kamu, wahai keluarga Abu Bakar! Lalu Aisyah pun berkata: Kemudian kami mencari unta yang aku naiki maka kami menemui kalung itu di bawahnya.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #550,Bab Tayamum)
Hadis Asma' r.a katanya:
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w: Wahai Rasulullah! Ibuku datang kepadaku dalam keadaan ingin menyambung hubungan Silaturahim, inginkan kesenangan dan kemewahan yang ada kepadaku serta meminta daripadaku. Bolehkah aku menyambungkan hubungan dengannya? Rasulullah s.a.w bersabda: Ya! boleh.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #1670,Bab Kelebihan Menafkah Serta Bersedekah Kepada Kaum Kerabat, Isteri, Anak anak dan Kedua Orang Tua Walaupun Mereka Orang orang Musyrik Iaitu Bukan Islam)
Hadis Ibnu Abbas r.a katanya:
Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Sekiranya seseorang itu ingin bersetubuh dengan isterinya hendaklah dia membaca بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَ Yang bermaksud: Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku! Jauhilah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa yang Engkau kurniakan kepada kami. Sekiranya perhubungan kelamin itu ditakdirkan mendapat seorang anak. Anak itu tidak akan diganggu oleh syaitan untuk selamanya.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #2591,Bab Doa Yang Sunat Dibaca Ketika Berjimak)
Hadis Aisyah r.a katanya:
Sebelas orang wanita telah bersepakat dan berjanji untuk menceritakan perihal suami mereka. Wanita pertama berkata: Suamiku seperti daging unta yang busuk yang berada di puncak bukit yang tinggi yang tidak dapat untuk didaki. Beliau tidak berlemak dan mudah untuk bergerak. Wanita kedua berkata: Aku tidak boleh menceritakan mengenai suamiku. Aku takut dan aku tidak boleh memberitahu mengenainya. Sekiranya aku memberitahu mengenainya, bermakna aku membuka aibnya. Wanita ketiga berkata: Suamiku telah membuat syarat, sekiranya aku bercerita, aku akan diceraikan dan sekiranya aku diam, aku akan dikasihi. Wanita ke empat berkata: Suamiku seperti cuaca di Negeri Tihamah, tidak panas dan tidak sejuk (sederhana), tidak menakutkan dan tidak menjemukan. Wanita kelima berkata: Suamiku, ketika memasuki rumah seperti seekor harimau bintang (kerana banyak tidur dan malas bertanya), tetapi apabila beliau keluar seperti seekor singa. Beliau tidak akan bertanya perkara-perkara yang bukan urusannya. Wanita keenam berkata: Suamiku apabila makan, beliau akan menghabiskan makanannya. Sekiranya beliau minum, beliau akan menghabiskan minumannya. Sekiranya beliau tidur, beliau akan berselimut dan tidak memasukkan telapak tangannya kerana beliau tahu akan kesusahannya. Wanita ketujuh berkata: Suamiku adalah seorang yang lemah syahwat. Walaupun telah berubat tetapi belum juga sembuh. Di samping itu beliau mudah menjatuhkan tangannya. Wanita kelapan berkata: Suamiku berbau seperti bau Zarnab (sejenis bauan) dan sentuhannya selembut sentuhan seekor arnab. Wanita kesembilan berkata: Suamiku berkedudukan tinggi, seorang yang berjaya, dermawan dan rumahnya berhampiran dengan tempat permainan. Wanita kesepuluh berkata: Suamiku seorang pembesar dan banyak memiliki harta, sebahagian dari hartanya, beliau memiliki banyak unta. Sebahagian besar unta-untanya pula dibiarkan di halaman rumah, kerana itulah untanya yang hamil sedikit sahaja. Sekiranya unta-unta itu mendengar tiupan seruling mereka mengetahui bahawa mereka akan disembelih. Wanita kesebelas berkata: Suamiku bernama Abu Zar'in. Tahukah kamu siapakah Abu Zar'in? Beliaulah yang memberikan aku anting-anting pada sepasang telingaku. Beliaulah yang memberiku makanan-makanan berzat sehingga aku kelihatan sihat. beliau suka memuji aku, beliau mengambil aku dari keluarga susah dan menjadikan aku salah seorang anggota keluarga yang kaya. Beliau tidak pernah mencaci aku, sehinggakan aku dapat tidur dengan nyenyak sampai ke pagi dan aku dapat minum dengan tenang. Selepas itu bagaimana pula Ummu Abu Zar'in. Tahukah kamu siapa Ummu Abu Zar'in? Beliau memiliki harta simpanan dan rumahnya sangat luas. Maka bagaimana pula Ibnu Abu Zar'in. Tahukah kamu siapakah Ibnu Abu Zar'in. Tempat tidurnya seperti pelepah tamar. Beliau merasa kenyang dengan makan sebelah kaki kambing. Maka bagaimana pula Anak perempuan Abu Zar'in. Tahukah kamu siapakah anak perempuan Abu Zar'in beliau sangat mentaati kedua orang tuanya. Tubuhnya montel dan sering menasihati jirannya. Maka bagaimana pula Jariah Abu Zar'in, tahukah kamu siapakah Jariah Abu Zar'in? Beliau tidak pernah menyebarkan rahsia kami dan sangat jujur sekalipun dalam soal makanan. Beliau Tidak pernah membiarkan rumahku kotor. Setelah itu beliau berkata: Satu hari Abu Zar'in keluar dengan membawa satu bekas daripada kulit yang diisi dengan susu. Beliau bertemu dengan seorang wanita yang mempunyai dua orang anak. Kedua anaknya itu seperti dua ekor harimau kumbang. Mereka bermain dengan dua biji buah delima di bawah pinggang ibunya. Maka beliau menceraikan aku dan mengahwini wanita itu. Setelah itu aku berkahwin dengan seorang lelaki yang baik dan kaya. Tunggangannya adalah seekor kuda terpilih. Beliau membawa aku ke kandang yang penuh dengan binatang ternakan. Kemudian dia berkata: Makanlah wahai Ummu Zar'in dan berehatlah supaya hilang penat lelah. Beliau berkata: Sekiranya aku kumpulkan pemberiannya dengan pemberian Abu Zar'in, nescaya pemberiannya tidak akan sama dengan pemberian Abu Zar'in yang paling sedikit. Aisyah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku: Perhubungan aku denganmu seperti Abu Zar'in dengan Ummu Zar'in.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4481,Bab Kisah Ummu Zar'in)
Hadis Aisyah r.a katanya:
Hassan berkata: Wahai Rasulullah! Izinkan aku untuk menghadapi Abu Sufian. Baginda s.a.w bersabda: Bagaimanakah perhubungan kekeluargaan aku dengannya? Beliau berkata: Demi Zat yang memuliakan kamu, akan aku ambil kamu seperti aku mencabut rambut dalam roti. Seterusnya Hassan berkata: ������� ������� ��������� ���� ��� ������� ����� ������ ��������� ����������� ��������� Yang bermaksud: Sesungguhnya keturunan keluarga Hasyim Ialah dari Bani Anak Perempuan Makhzum manakala ayah kamu adalah Abdullah. Inilah Qasidahnya.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4544,Bab Sebahagian Dari Kelebihan Hassan Bin Thabit r.a)
Hadis Sayidina Ali r.a katanya:
Rasulullah s.a.w menghantar aku, Zubair dan Miqdad. Baginda s.a.w bersabda: Pergilah kamu ke Raudah Khah. Di sana terdapat seorang perempuan yang menunggang Unta, bersamanya ada sepucuk surat dan kamu hendaklah mengambil surat itu darinya. Kami berangkat dengan kuda dan ketika kami bertemu dengan perempuan itu kami berkata: Berikan surat kepada kami. Perempuan itu berkata: Aku tidak membawa surat. Kami berkata: Keluarkan surat atau kami periksa pakaian kamu. Setelah itu beliau mengeluarkan surat dari sanggul rambutnya dan surat itu kami serahkan kepada Rasulullah s.a.w. Isi kandungan surat berbunyi: Dari Hatib bin Abu Balta'ah kepada Musyrikin Mekah. Beliau memberitahu kepada orang-orang Musyrikin sebahagian dari urusan Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w pun bersabda: Wahai Hatib! Apakah ini? Beliau berkata: Wahai Rasulullah! Jangan menuduh aku walaupun aku ada hubungan baik dengan orang-orang Quraisy. Abu Sufian berkata: beliau sememangnya berkawan baik dengan mereka tetapi bukan dari keturunan mereka. Aku tahu bahawa orang-orang Muhajirin yang tinggal bersama kamu mempunyai keluarga yang berada di bawah pengawasan mereka iaitu Quraisy. Sesungguhnya aku lakukan itu supaya mereka melindungi keluargaku dan aku lakukan itu bukanlah kerana aku kafir atau murtad dari agamaku. Aku juga tidak reda dengan kekufuran setelah aku memeluk Islam. Nabi s.a.w bersabda: Beliau benar. Umar berkata: Wahai Rasulullah! Biarkanlah aku membunuh orang munafik ini. Nabi s.a.w bersabda: Tidakkah kamu ketahui bahawa beliau dari tentera Badar? Mudah-mudahan Allah memberi keistimewaan kepada tentera Badar. Baginda bersabda: Buatlah apa yang kamu suka, sesungguhnya aku telah memberi kemaafan kepada kamu. Oleh sebab itulah Allah menurunkan ayat: ��� �������� ��������� ������� ��� ����������� �������� �� ����������� ����������� Yang bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil musuhku dan musuh kamu menjadi teman rapat.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4550,Bab Sebahagian Dari Kelebihan Tentera Badar Dan Kisah Hatib Bin Abu Balta'ah)
Hadis Abu Hurairah r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk. Apabila selesai sebahagian mereka, maka tampillah sebuah tempat (rahim) dan berkata: Inilah tempat orang yang menjaga dari terputusnya hubungan kekeluargaan. Allah berfirman: Baiklah. Apakah kamu rela kalau Aku menyambung orang yang menyambungmu, dan memutuskan orang yang memutuskanmu? Beliau berkata: Sudah tentu. Allah berfirman: Itulah milikmu. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda: Bacalah ayat فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِى الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا Yang bermaksud: Maka apakah sekiranya kamu berkuasa kamu akan membuat kerosakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinganya serta dibutakan matanya, maka apakah mereka tidak memerhatikan Al-Quran atau apakah hati mereka sudah terkunci?.
(Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4634,Bab Silaturahim (Hubungan Kekeluargaan) Dan Haram Memutuskannya

Monday, May 23, 2011

~ 10 Jenis Orang Zalim Yang Kejam ~ ..

,"Sepuluh macam daripada kekejaman ialah : 1. Seseorang yang berdoa untuk dirinya sendiri ,dan tidak mendoakan untuk anak-anaknya dan kaum mukmin. 2. Seseorang yang pandai membaca Al-Quran,tetapi setiap hari tidak membaca seratus ayat Al-Quran(secara bertertib) 3. Seseorang yang masuk masjid lalu keluar tanpa sembahyang dua rakaat di dalamnya. 4. Seseorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur. 5. Seseorang yang sampai di di sesuatu kota pada hari Jumaat kemudian tidak turut serta sembahyang berjemaah. 6. Seseorang yang daerahnya didatangi oelh seorang alim , tiba-tiba tidak mahu belajar apa-apa daripadanya. 7. Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya itu. 8. Seseorang yang diundang ke jamuan ataum majlis tetapi tiba-tiba tidak menghadirinya. 9. Pemuda yang tidak mempunyai apa-apa kerja tetapi tidak mahu belajar ilmu dan kesopanan. 10. Seseorang yang kenyang sedang dia tahu bahawa tetangganya lapar, tetapi tidak diberi daripada makanannya itu. Wassalam. 'Cintailah Yang Memberi Nikmat Dan Jangan Engkau Cintai Nikmat Yang Diberikan.' - Tinta Ahli Sufi - "Kesabaran adalah tunjang kekuatan dan kebahagiaan di dunia mahupun akhirat...."

Saturday, May 14, 2011

PAHLAWAN BAWEAN..

Kopral Harun Harun pemuda Bhebien se akerje kapal e Singgepur, nangeng merantau e Jakarta noro' emma'na. E settong are pareppa'na Harun akursus pelaut MPT (Muallim Pelayaran Terbatas) e Jakarta, nagghera bhuto benyya' tentara sukarelawan karena bede konfrontasi kalaben Malaysia. Harun, se asma aslina Tahir adaftar dheddhi sukarelawan karena sader jhe' dirina ebhutoaken nagghera. Bede 300 sukarelawan kabbhi se ebegi dheddhi 13 tim. Harun teppa' e basis II se tugasna netene moso, nyare markas-markas tentara, pusat perekonomian, aghebey kakacoan e Singgepur, ben laen-laen. Tugas tonto, bisa elaksanaaken lancar. Harun ben kanca-kancana bisa ngebbum 40 kale ben benyya' marogi moso. Karana tonto, Harun epanae' pangkatna dheddhi Kopral KKO. Se kadukkalena tangghel 18-3-1965 Harun eberri' tugas se lebbi berre', ghi tonto kaloar-maso' Singgepur sambhi' netene kakoatan ben kalemmaan moso. Harun epadheddhi mata-mata ben ekancae Osman kalaben Gani. Oreng katello tonto : maso' ka Singgepur nyamar dheddhi penyeludup. Ebbum se eghibe kamma-kammaaken etolese "Selamat Pengantin Baru", ma'olle ta ecurigei oreng. Teros esabe' ka kaongghunan-kaongghunan se ramme, e lapangan kapal terbeng, e jembetan tol, ben laen-laen. Nangen nya e Hotel Mac Donald se maleddhuk ben bennya' marogi moso, Harun ben kancana kaperakan. La olle tello are atugas, kateppaan Gani apencar, Harun ben Osman alapora ka pangkalan e Indonesia se bede e Polo Sambu. E bekto jerea e Singgepur la ejege kettat ongghu. Aherna Harun ngangghuy ebbutna Cena se pareppa'na bede e palabbhuen. Ebbut tonto epaodi' ben terros ngebbut ka tennga nojjhu ka perbatasan e dissan la eambe' kanca-kancana. Tape' saghiita'na napa' ka perbatasan, ebbutna kalebbhu karana kamanjhuren ben raje ombhe'. Aherna etemmo pulisi patroli Singgepur, Harun ben Osman eghibe ka Singgepur ben eadili. Potosanna pangadilen, Harun ben Osman eokom ghentong. Kadheddhien roa' ekaeding pamarenta ben ra'yat e Indonesia, sakabbhina bireng ben pereaten, Sambhi'-sambhi' Bapa' Presiden Soeharto kadgiri' toron tangan kangghuy mabhibhes dudue KKO tonto. Nangeng potosan pangadilen ta' aobe karena Pamarenta Singgepur nganggep Harun ben Osman sebagay perusuh benne sebagay tawenan perang. La olle beberempa tain e penjera, la napa' ka bektoa Harun eokom. Saghita'na eokom ghentong, permentaan Harun se teraher ghintoto nyato asombhejheng sonnat. La mare asombhejheng sonnat, Harun ben Osman e tonton ka teang ghentongan e ade'na penjara Changi. Nyakseaken kadue KKO tonto se becce' tenangna kangghuy panggilen naghera, sakabbhina ra'yat Indoensia se ngedinggaken searan radiu atabe nengggu TV, pade ngetter ben kembeng kole'. Aherna pokol 6.00 tangghel 17 Oktober 1968 Harun ben Osman atawekkal ka Ghuste Allah delem ngajhelane okoman ghentong. Oreng Indonesia pade nanges karana ta' teghe ngarasaaken berre'na okoman, napepole pagghel ka pamarenta Singgepur se ta' abes-abesan sakale. Be'de tenggare jenazah Harun ben Osman bhuru bisa eangko' kapal terbeng ka Jakarta. Edissan la eambe' ben eormat sakabbhina angkatan, pejabat, mahasiswa ben oreng Jakarta kabbhi. Oreng-oreng ghintoto pade ngastabe la ngote'e pette jenazah se eosong. Benyya' oreng adheribisan aeng matana ben nanges aseserghutan karena ta' kellar nahan parasaanna. Kabedeen tambe nagstebe ebektona jenazah ekobhurraken e Taman Makam Pahlawan , Kalibata Jakarta. Mengken Harun ben Osman la sobung, Nangeng jasana ben perjuanganna tettep ekaenga'e ka sakabbhina potra potre Indonesia. Kangghuy ngormate Harun - potra se dehir e dhisa Diponggo ghintonto, Presiden ngangkat Harun dheddhi Pahlawan Nasional kalaben SK Nomor : 050/TK/1968. Mandher moghe sakabbhina amal bhektena etarema ka Ghuste Allah. Amin. 0 komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Posting Lebih Baru Posting Lama

Monday, May 9, 2011

TAFSIR ALQURAN PILIHAN

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
1.Wahai sekalian manusia! Bertaqwalah kepada Tuhan kamu yang telah menjadikan kamu (bermula) dari diri yang satu (Adam), dan yang menjadikan daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya - Hawa), dan juga yang membiakkan dari keduanya - zuriat keturunan - lelaki dan perempuan yang ramai. Dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu selalu meminta dengan menyebut-yebut namaNya, serta peliharalah hubungan (silaturrahim) kaum kerabat; kerana sesungguhnya Allah sentiasa memerhati (mengawas) kamu.
O mankind! Be careful of your duty to your Lord Who created you from a single soul and from it created its mate and from them twain hath spread abroad a multitude of men and women . Be careful of your duty toward Allah in Whom ye claim ( your rights ) of one another , and toward the wombs ( that bare you ) . Lo! Allah hath been a Watcher over you .
众人啊!你们当敬畏你们的主,他从一个人创造你们, 他把那个人的配偶造成与他同类的,并且从他们俩创造许多男人和女人。你们当敬畏真主棗你们常假借他的名义,而要求相互的权利的主棗当尊重血亲。真主确是监视你们的。

Friday, May 6, 2011

Kebaikan

Terjemahan Sahih Muslim

Hadis Itban bin Malik r.a: Diriwayatkan daripada Mahmud bin Ar-Rabie' r.a katanya: Aku berjumpa Itban ketika aku pergi ke Madinah. Lalu aku meminta beliau meriwayatkan sebuah Hadis. Beliau berkata: Mataku ditimpa sejenis penyakit yang menyebabkan aku menghantarkan utusan kepada Rasulullah s.a.w yang mengatakan bahawa aku amat mengharapkan kedatangan Baginda untuk bersama-sama aku dan mendirikan sembahyang di rumah sehingga aku menjadikannya sebagai Musala iaitu tempat sembahyang. Itban berkata lagi: Ekoran dari itu Rasulullah s.a.w tiba bersama-sama para sahabat dan baginda terus masuk ke rumah. Aku mendirikan sembahyang sementara para sahabat masih lagi berbincang sesama mereka di mana sebahagian dari mereka memperkatakan tentang kemunafikan Malik bin Dukhsyum. Para sahabat menyebut: Harapan mereka agar Rasulullah s.a.w mendoakan ke atas Malik bin Dukhsyum agar ditimpa kecelakaan. Mereka juga inginkan supaya dia ditimpa mala petaka. Sebaik sahaja baginda selesai mendirikan sembahyang, baginda bertanya dengan bersabda: Bukankah dia mengucap Dua Kalimah Syahadat iaitu: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ Para sahabat menjawab: Dia mengucapnya hanyalah di mulut semata-mata tetapi tidak di hati. Baginda bersabda: Seseorang yang tidak mengucap Dua Kalimah Syahadat nescaya dia akan dimasukan ke dalam Neraka atau dimakan oleh api Neraka. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #48,Bab Dalil Bagi Mereka Yang Mati Dalam Keadaan Tetap Mentauhidkan Allah s.w.t, Pasti Akan Dimasukkan Ke Syurga)

Hadis Ibnu Abbas r.a: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Aku telah diperlihatkan oleh Allah beberapa golongan umat manusia. Maka aku telah melihat seorang Nabi bersamanya satu kumpulan manusia iaitu tidak lebih dari sepuluh orang. Seorang Nabi bersamanya seorang lelaki dan dua orang lelaki dan seorang Nabi tanpa seorang pun bersamanya. Tiba-tiba diperlihatkan kepada aku satu kumpulan yang ramai. Aku menyangka mereka adalah dari umatku. Tetapi dikatakan kepadaku mereka adalah Nabi Musa a.s dan kaumnya. Lihatlah ke ufuk, lalu aku pun melihatnya, ternyata terdapat satu kumpulan yang ramai. Dikatakan lagi kepadaku: Lihatlah ke ufuk yang lain. Ternyata di sana juga terdapat satu kumpulan yang ramai. Dikatakan kepadaku: Ini adalah umatmu dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki Syurga tanpa dihisab dan diazab. Kemudian Rasulullah s.a.w bangkit lalu masuk ke dalam rumahnya. Orang ramai telah berbincang mengenai mereka yang akan dimasukkan ke dalam Syurga tanpa dihisab dan diazab. kemudian setengah dari mereka berkata: Mungkin mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Rasulullah s.a.w. Ada pula yang mengatakan: Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah melakukan perbuatan syirik terhadap Allah. Mereka mengemukakan pendapat masing-masing. Ketika itu Rasulullah s.a.w keluar menemui mereka lalu Baginda bertanya dengan bersabda: Apa yang telah kamu bincangkan? Mereka pun menerangkan keadaan tersebut. Maka Rasulullah s.a.w terus bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak menggunakan jampi mentera, tidak meminta supaya dibuat jampi mentera, tidak meramalkan perkara-perkara buruk dan hanya kepada Allah mereka bertawakal. Ukkasyah bin Mihsan berdiri lalu berkata: Berdoalah kepada Allah semoga aku termasuk dari kalangan mereka. Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu termasuk dari kalangan mereka. Kemudian berdiri seorang lelaki yang lain lalu berkata: Berdoalah kepada Allah semoga aku termasuk dari kalangan mereka. Rasulullah s.a.w bersabda: Ukkasyah telah mendahului kamu supaya digolongkan dari kalangan mereka yang memasuki Syurga tanpa dihisab. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #323,Bab Dalil Yang Menunjukkan Beberapa Golongan Orang Islam Akan Memasuki Syurga Tanpa Dihisab dan Diseksa)

Hadis Abdullah bin Umar r.a katanya: Ketika orang-orang Islam sampai di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkatakan tentang waktu sembahyang. Tiada seorang pun yang menyeru kepadanya. Semasa mereka berbincang tentang perkara tersebut, sebahagian daripada mereka berkata: Bunyikanlah loceng sebagaimana loceng orang Nasrani. Manakala sebahagian lagi berkata: Bunyikanlah trompet seperti trompet orang Yahudi. Kemudian Umar berkata: Mengapa kamu tidak menyuruh seseorang agar menyerukan sembahyang? Rasulullah s.a.w bersabda: Wahai Bilal! Bangunlah dan serukan untuk sembahyang. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #568,Bab Permulaan Azan)

Hadis Ummu Al-Fadhil binti Al-Harith r.a: Beberapa orang yang berada berhampirannya pada hari Arafah berbincang mengenai puasa Rasulullah s.a.w. Sebahagian dari mereka berkata baginda berpuasa. Sebahagian lain pula berkata tidak lalu aku mengirimkan segelas susu kepada baginda yang pada ketika itu kebetulan sedang berada di atas unta di Arafah lantas baginda meminumnya. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #1894,Bab Disunatkan Berbuka Bagi Jemaah Haji Yang Berada Di Arafah Pada Hari Arafah)

Hadis Sayidina Ali r.a: Diriwayatkan daripada Abdullah bin Syaqiq katanya: Sayidina Othman r.a melarang dari mengerjakan Haji Tamattu' manakala Sayidina Ali k.w mengesyorkannya. Suatu hari Sayidina Othman menemui Sayidina Ali k.w dan berbincang mengenai masalah tersebut. Kemudian Sayidina Ali k.w berkata: Kamu telah mengetahui bahawa kita telah mengerjakan Haji Tamattu' ketika bersama Rasulullah s.a.w. Dia menjawab: Benar! Tetapi ketika itu kita dalam keadaan ketakutan. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #2146,Bab Harus Mengerjakan Haji Tamattu')

Hadis Abdullah bin Mas'ud r.a: Diriwayatkan daripada Alqamah r.a katanya: Aku pernah berjalan-jalan di Mina bersama Abdullah r.a. Kami bertemu dengan Othman r.a yang kemudian menghampiri Abdullah r.a. Setelah berbincang beberapa ketika, Othman r.a bertanya: Wahai Abu Abdul Rahman: Mahukah aku jodohkan kamu dengan seorang perempuan muda? Mudah-mudahan perempuan itu akan dapat mengingatkan kembali masa lampaumu yang indah. Mendengar tawaran itu Abdullah r.a menjawab: Apa yang kamu ucapkan itu adalah sejajar dengan apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah s.a.w kepada kami: Wahai golongan pemuda! Sesiapa di antara kamu yang telah mempunyai keupayaan iaitu zahir dan batin untuk berkahwin, maka hendaklah dia berkahwin. Sesungguhnya perkahwinan itu dapat menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan. Maka sesiapa yang tidak berkemampuan, hendaklah dia berpuasa kerana puasa itu dapat mengawal iaitu benteng nafsu. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #2485,Bab Galakan Supaya Berkahwin Kepada Orang Yang Terlalu Ingin Berkahwin Dan Telah Mempunyai Perbelanjaan Iaitu Saraan Hidup. Sementara Orang Yang Tidak Mempunyai Perbelanjaan Iaitu Saraan Hidup Hendaklah Selalu Berpuasa)

Hadis Abdullah bin Abu Aufa r.a: Diriwayatkan daripada Asy-Syaibani katanya: Aku bertanya Abdullah bin Abu Aufa r.a mengenai daging keldai peliharaan. Beliau menjawab: Pada hari Khaibar kami telah dilanda kelaparan dan waktu itu kami bersama-sama dengan Rasulullah s.a.w. Kami mendapatkan beberapa ekor keldai dari luar Madinah lalu menyembelihnya. Ketika periuk-periuk kami yang berisikan binatang tersebut sudah hampir masak, tiba-tiba juru seru Rasulullah s.a.w menyeru agar kami mematikan api periuk-periuk tersebut dan jangan memakan daging keldai itu sedikit pun. Aku bertanya: Bagaimanakah pengharamannya? Katanya: Kami telah berbincangsesama kami dan kami katakan pengharaman tersebut adalah pasti dan sebab pengharamannya adalah ia tidak boleh dibahagi lima. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #3585,Bab Haram Memakan Daging Keldai Yang Dipelihara Untuk Kerja Dan Sebagainya)

Hadis Abu Said Al-Khudriy r.a: Nabi s.a.w bersabda: Hindarilah dari duduk di tepi-tepi jalan. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah! Kami tidak boleh menghindarinya kerana kami duduk berbincang-bincang di sana iaitu di tepi jalan. Rasulullah s.a.w bersabda: Sekiranya kamu ingin duduk juga, maka berikanlah pada jalan itu haknya. Para sahabat bertanya: Apakah haknya? Rasulullah s.a.w bersabda: Mencegah dari melihat sesuatu yang dilarang, menghindarkan perkara-perkara yang merugikan, menjawab salam serta membuat perkara yang baik dan mencegah perbuatan mungkar. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #3960,Bab Larangan Duduk Di Tepi Jalan Umum Dan Hendaklah Menjaga Hak haknya)

Hadis Abdullah bin Abbas r.a: Sesungguhnya Umar bin Al-Khattab pergi ke Syam. Apabila sampai ke sebuah dusun yang bernama Sarghi, beliau telah dikunjungi oleh penduduk di sekitarnya, iaitu Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dan para pengikutnya. Mereka mengkhabarkan bahawa wabak (penyakit taun) telah berjangkit di Syam. Ibnu Abbas berkata setelah mendengar berita itu, Umar berkata: Cuba panggilkan para sahabat Muhajirin yang pertama. Aku melaksanakan perintah Umar. Umar mengajak mereka berbincang dan memberitahu kepada mereka bahawa wabak telah berjangkit di Syam. Mereka telah berbeza-beza pendapat mengenai berita tersebut. Sebahagian di antara mereka berkata: Engkau pergi untuk suatu urusan yang besar, jadi kami tidak sependapat sekiranya engkau pulang. Sebahagian yang lain pula berkata: Engkau diikuti oleh orang ramai dan para sahabat Rasulullah s.a.w, jadi kami tidak bersetuju apabila engkau membawa mereka menuju ke wabak ini. Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Kemudian beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para sahabat Ansar. Aku pun memanggil mereka. Ketika mereka diminta berbincang, mereka telah berbeza-beza pendapat sebagaimana para sahabat Muhajirin. Umar berkata: Tinggalkanlah aku! Lalu beliau berkata lagi: Tolong panggilkan para pembesar Quraisy yang berhijrah sewaktu penaklukan dan sekarang mereka berada di sana. Aku memanggil mereka dan ternyata mereka telah sepakat kemudian berkata: Menurut kami, sebaik-baiknya engkau bawa sahaja mereka pulang dan tidak mengajak mereka memasuki kawasan wabak ini. Lalu Umar menyeru di tengah-tengah orang ramai: Aku akan memandu tungganganku untuk pulang, pulanglah bersamaku. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah bertanya: Apakah itu bererti lari dari takdir Allah? Umar menjawab: Harapnya bukan engkau yang bertanya wahai Abu Ubaidah! Memang Umar tidak suka berselisih pendapat dengan Abu Ubaidah. Ya, kita lari dari ketentuan (takdir) Allah untuk menuju kepada takdir Allah yang lain. Apakah pendapatmu seandainya engkau mempunyai seekor unta yang turun di suatu lembah yang mempunyai dua keadaan, satunya subur dan satu lagi tandus. Adakah jika engkau mengembalanya pada tempat yang subur itu bukan bererti engkau mengembalanya kerana takdir Allah? Begitu pula sebaliknya, bukankah engkau mengembalanya kerana takdir Allah juga? Lalu datanglah Abdul Rahman bin Auf yang baru saja tiba dari suatu keperluan. Beliau berkata: Sesungguhnya aku mempunyai pengetahuan mengenai masalah ini. Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila kamu mendengar terdapat wabak di suatu daerah, janganlah kamu datang ke tempatnya. Sebaliknya, sekiranya wabak itu berjangkit di suatu daerah sedangkan kamu berada di sana maka janganlah kamu keluar melarikan diri daripadanya. Mendengar kata-kata itu Umar bin Al-Khattab memuji Allah, kemudian beredar meninggalkan tempat itu. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4114,Bab Penyakit Taun, Tanda tanda Atau Firasat, Mempelajari Dukun Dan Sebagainya)

Hadis Saad r.a katanya: Umar meminta kebenaran daripada Rasulullah s.a.w untuk menemui baginda s.a.w. Pada ketika itu, beberapa orang wanita Quraisy sedang berbincang dengan Rasulullah s.a.w dengan suara yang tinggi. Apabila mendengar suara Umar meminta izin wanita-wanita itu berlari menuju ke balik tabir. Rasulullah s.a.w mengizinkan Umar masuk. Rasulullah s.a.w tersenyum ketika melihat beliau. Umar berkata: Semoga Allah memanjangkan usiamu wahai Rasulullah! Rasulullah s.a.w berkata: Aku hairan dengan wanita-wanita yang berada di sampingku itu, apabila terdengar suaramu mereka berlari menuju ke balik tabir. Lalu Umar berkata: Wahai Rasulullah! Engkaulah orang yang paling berhak untuk di takuti. Umar berkata kepada wanita-wanita yang bersembunyi itu: Wahai wanita-wanita yang menjadi musuh diri sendiri, adakah kamu merasa takut kepadaku tetapi tidak takut kepada Rasulullah. Mereka menjawab: Benar, kerana tingkah laku dan pertuturan kamu lebih kasar daripada Rasulullah. Rasulullah s.a.w bersabda: Demi Zat aku yang berada di dalam kekuasaan-Nya, tidak ada syaitan yang akan melalui jalan yang dilalui olehmu, melainkan mereka berusaha melalui jalan yang tidak dilalui olehmu. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #4410,Bab Sebahagian Dari Kelebihan Umar r.a

APABILA ANDA BERAZAM..

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu. Oleh itu maafkanlah mereka (mengenai kesalahan yang mereka lakukan terhadapmu), dan pohonkanlah ampun bagi mereka, dan juga bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan (peperangan dan hal-hal keduniaan) itu. kemudian apabila engkau telah berazam (sesudah bermesyuarat, untuk membuat sesuatu) maka bertawakalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Mengasihi orang-orang yang bertawakal kepadaNya.
Surah A-li 'Imraan, Ayat 159

Wednesday, May 4, 2011

Nabi laknat perempuan nipiskan bulu kening ..

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
FIRMAN Allah bermaksud: �Dan katakan kepada perempuan-perempuan yang beriman, supaya mereka menahan sebahagian penglihatan, memelihara kehormatannya dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya) selain daripada yang nyata (mesti terbuka daripada bahagian badannya yang sangat perlu dalam pekerjaan sehari-hari, seperti mukanya dan tapak tangan). Dan hendaklah mereka sampaikan kudungnya ke leher (tutup kepalanya sampai ke leher dan dadanya), dan tiada memperlihatkan perhiasannya (tubuhnya), kecuali kepada suaminya, bapanya, bapa suaminya, anak-anaknya, anak-anak suaminya, saudara-saudaranya, anak-anak saudara lelaki, anak-anak saudara perempuannya, sesama perempuan Islam, hamba sahaya kepunyaannya, lelaki yang menjalankan kewajibannya tetapi tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan - umpamanya pelayan-pelayan lelaki yang sudah tua dan tiada lagi mempunyai keinginan kepada perempuan) dan kanak-kanak yang belum mempunyai pengertian kepada aurat perempuan. Dan janganlah mereka pukulkan kakinya, supaya diketahui orang perhiasannya yang tersembunyi (misalnya melangkah dengan cara yang menyebabkan betisnya terbuka atau perhiasan seperti gelang/rantai kakinya nampak). Dan taubatlah kamu semuanya kepada Allah, hai orang yang beriman, supaya kamu beruntung.� (Surah an-Nur, ayat 31) Wahai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang. (Maksud surah al-Ahzab, ayat 59) Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) Menurut Bukhari, Nabi Muhammad saw melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening. (Hadis riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari) Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian, kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina. (Hadis riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban) Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya. (Hadis riwayat at-Thabrani) Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim) Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasulullah: �Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." (Hadis riwayat Muslim dan Bukhari. Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya. (Hadis riwayat at-Tabrani dan Baihaqi). Sabda Rasullullah SAW ~~ " Berusahalah mengosongkan hatimu dari keprihatinan memikirkan dunia, semampunya. "....

Tuesday, April 26, 2011

CERITA BENAR - AZAB ANAK DERHAKA HADAPI SAKARATUL ..

Sekadar gambar hiasan

Sebaik sampai ke pintu wad, jeritan Jalal menerpa ke telinga saya. Jeritannya sungguh kuat kerana azab dan sakit yang ditanggungnya tidak = mampu ditanggung lagi. Saya percepatkan langkah menuju ke katilnya. Di sisi = katil saya lihat ahli keluarga Jalal sedang menangis tersedu-sedu. Jelas = mereka panik dan tidak tahu apa yang perlu dilakukan, kecuali melihat Jalal menggelepar kesakitan dan berdoa semoga Jalal cepat sembuh. Di katil = pula, Jalal meraung dan meronta sambil tangan dan kakinya terikat kemas di = katil. "Terima kasih ustaz sebab sudi datang bantu kami. Saya dah tak tahu apa = nak buat. Dah seminggu lebih adik saya macam ni," kata salah seorang abang kepada Jalal sebaik melihat saya sampai. Sebelum itu mereka menghubungi saya melalui telefon meminta saya segera datang untuk membantu menyembuhkan penyakit adik bongsu mereka itu. "Apa sakitnya ni?" tanya saya. "Entahlah ustaz, doktor pun tak tau." Sedang kami berbual, tiba-tiba sekali lagi Jalal menjerit kesakitan. = Kali ini jeritannya cukup jelas di pendengaran saya. Jeritannya menakutkan = dan menyedihkan. "Emak, ampunkan saya mak. Panaaaassss. Saya sakit mak, sakiiiiittttttt! Tolonglah emak, ampunkan dosa saya." Berserta raungan yang dilepaskan = sekuat hati, tubuh Jalal menggelepar seperti dipanggang di dalam api yang = marak. Mukanya berkerut sementara matanya terbelalak akibat azab yang amat = pedih. Semua yang ada di wad berkenaan memandang ke arah kami. Jeritan itu menyebabkan saya tertanya-tanya. Apakah yang menyebabkan Jalal jadi sedemikian rupa? Apa pula kaitan antara penyakitnya itu dengan ibunya? "Panggil ibunya segera," kata saya. Namun kata-kata saya itu tidak dijawab. Ahli keluarga Jalal cuma = terdiam, menundukkan muka atau berpandangan sesama sendiri. "Kenapa ni?" tanya saya. Dengan perlahan abang Jalal bersuara, "Ustaz, ibu kami baru sahaja = meninggal dunia dua minggu lepas." "Kalau macam ini susahlah sikit. Saya rasa mungkin Jalal ada melakukan kesalahan besar kepada ibunya, sebab itulah dia menanggung azab yang = begini rupa. Dalam keadaan macam ini, cuma ibunya saja yang dapat membantu," = kata saya berterus terang. Mereka cuma mendiam diri sementara jeritan Jalal semakin kuat. Saya = semakin ingin mengetahui puncanya kerana dengan latar belakang itu insya-Allah = saya boleh cuba carikan jalan lain untuk meredakan kesakitan Jalal. "Ceritakanlah kepada saya apa yang sebenarnya telah berlaku." "Ustaz, sebenarnya adik saya ini sudah derhaka kepada arwah ibu kami," = jawab salah seorang daripada mereka. Dengan tenang, tapi air mata bergenang abang Jalal menceritakan kepada = saya kisah yang sebenarnya, kisah yang cukup menyayat hati saya. Menurutnya, Jalal adalah anak bongsu daripada mereka enam beradik, empat perempuan = dua lelaki dan di kalangan mereka, Jalallah yang mempunyai kelulusan yang = lebih tinggi. Bagaimanapun, sejak kecil hinggalah dia bekerja dan seterusnya berkahwin, Jalal sentiasa sahaja melawan dan menyanggah kata-kata = ibunya. Nasihat dan teguran ibunya pula dipandang rendah serta tidak diendahkan. Syurga anak di bawah telapak kaki ibunya. Walaupun berpendidikan tinggi, Jalal sentiasa sahaja kekurangan wang, seolah-olah tidak dirahmati rezekinya. Berterusanlah keadaan itu hingga dia berumahtangga. Keadaan menjadi semakin buruk apabila Jalal meletakkan jawatannya di sebuah = syarikat swasta. Hasratnya adalah untuk mencari rezeki yang lebih banyak di = syarikat lain, namun nasibnya bukan sahaja tidak berubah, malah menjadi semakin parah. Walau di syarikat manapun yang Jalal bekerja, dia akan menghadapi masalah yang seterusnya membawa kepada dia meletakkan jawatan. Dalam kegawatan itulah Jalal mula meminjam wang daripada sahabat-sahabatnya. Selepas sekian lama hutangnya semakin banyak, namun dia masih tidak = mampu melunaskannya. Rumahtangga Jalal mula kucar-kacir dan akhirnya mereka bercerai. Bagi menyelesaikan masalah tersebut, Jalal mendesak ibunya = supaya mencagarkan tanah mereka di kampung kepada bank. Tanah seluas 12 ekar = itu ditinggalkan oleh bapa mereka yang meninggal dunia tiga tahun sebelum = itu. "Emak, saya nak tanah tu. Bank dah setuju nak kasi RM500,000. Saya nak = duit tu buat berniaga," katanya kasar. "Jalal, engkau ni dah melampau. Itu tanah adik-beradik kamu," jawab si = ibu. "Ahhh, saya tak kira." "Jalal, emak tidak benarkan. Emak tau, duit tu nanti bukannya engkau nak buat berniaga, tapi nak bayar hutang," jawab ibunya. Bukan sahaja ibunya, malah semua adik-beradik Jalal tidak membenarkannya mencagarkan tanah tersebut kepada bank. Jalal pulang dengan hati kecewa. Namun dia masih bertekad untuk mendapatkan tanah berkenaan walau dengan = apa cara sekalipun. Suatu hari, Jalal datang ke rumah ibunya. Beberapa orang adik-beradiknya ada di situ. Sekali lagi pertengkaran berlaku dan = berakhir dengan tragedi yang amat menyedihkan. Ketika kemarahannya sampai = kemuncak, Jalal menolak ibunya sekuat-kuat hati menyebabkan kepala ibunya = terhantuk di pintu. Darah dari luka terpalit di pintu sedang ibunya terjelopok di = lantai, rebah tidak sedarkan diri. Si ibu segera dibawa ke hospital sementara = Jalal puas hati kerana dapat melepaskan kemarahannya. Akibat pendarahan otak = yang serius, ibunya meninggal dunia tanpa sempat melafazkan keampunan kepada Jalal. Bermulalah azab dalam hidup Jalal. Kira-kira seminggu selepas kematian ibunya, Jalal dikejarkan ke hospital kerana jatuh sakit secara tiba-tiba. Apa yang membingungkan ialah doktor gagal mengesan penyakit = yang dihadapinya. Jalal sebaliknya meraung, menjerit, meronta dan menggelepar kesakitan. Dalam raungannya itulah dia meminta ampun kepada arwah ibunya kerana tidak sanggup menanggung azab yang pedih. Berterusanlah = keadaannya selama beberapa hari hingga saya dipanggil. Dalam waktu itu, doktor dan jururawat tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mengikat Jalal di katil = dan menyuntiknya dengan ubat pelali untuk menidurkannya. "Kalau begitu kisahnya, saya cuba cara lain," kata saya. Di samping ayat-ayat suci al-Quran, saya membacakan surah Yassin = untuknya. Namun apabila dibacakan saja ayat suci itu, Jalal menjerit kepanasan. Tubuhnya menggeletik dan menggelepar kesakitan. "Aduh panasnya! Emak, ampunkanlah saya emak! Jangan bawa saya ke situ = emak, panas. Jangan bawa saya ke situ. Saya tak mau, sakit, sakit. Tolonglah = saya emak, ampunkan saya, saya bersalah." Jeritan Jalal itu meruntun hati saya. Apakah yang dimaksudkannya dengan = 'ke situ'? Kenapa Jalal tidak mahu dibawa 'ke situ' dan apa yang dilihatnya = di situ? Akibat tidak tertahan panas, tubuh Jalal terpaksa dibogelkan. = Tangan dan kakinya terus diikat ke katil. Selepas puas mencuba tapi keadaan = Jalal masih tidak berubah, saya meminta diri untuk pulang. Satu ingatan saya tinggalkan kepada mereka, "Jika Jalal masih hidup selepas zuhur ini, insya-Allah nyawanya masih panjang. Kalau tidak..." Ketika itu lebih = kurang pukul 10 pagi. Saya tinggalkan mereka, namun sedang saya memandu, telefon bimbit saya berdering. "Ustaz! Cepat ustaz, adik saya dah nazak," kata si abang. Saya berpatah balik dan apabila sampai di katilnya, saya lihat Jalal = begitu tenat. Nyawanya seperti sudah di penghujungan. Keluarganya semakin cemas sambil air mata tidak henti-henti mengalir. Saya bacakan Surah al-Asr, = Surah al-Falaq, Surah an-Naas serta asma ul husna. Alhamdulillah, Jalal = berhenti meraung dan menggelepar. Keadaan senyap seketika. Masing-masing = beristighfar dan membaca ayat-ayat suci al-Quran. Terbayang kelegaan di wajah mereka. Tiba-tiba, ketenangan itu dipecahkan sekali lagi oleh jeritan Jalal. Dia mengerang sambil tubuhnya kejang menahan kesakitan, mata terjegil = seperti hendak terkeluar dan dalam satu detik yang serentak juga najisnya = terpancut keluar. Bertabur membasahi seluarnya. Bau najis menusuk hidung kami. = Maha suci Allah, keadaannya adalah seperti sesuatu yang berat menghenyak = perutnya yang mengakibatkan nyawa, roh, najis, organ-organ dan segala-galanya = yang ada di dalam tubuh terhambur keluar secara serentak. Di bahagian atas, semuanya seperti hendak terpancut keluar hingga mata Jalal tersembul sementara di bahagian bawah, kakinya kaku dan najis berhambur memancut-mancut. Cukup aib dan menyedihkan. Pakaian dan katil basah = dengan air mata, peluh serta najisnya. Selepas 'rentapan' itu, Jalal tidak = bernafas lagi. Degupan jantungnya berhenti dan dia pergi menghadap Allah SWT = untuk menerima balasan amalannya. Tamatlah riwayat seorang anak derhaka. Saya cuma mampu melihat dengan gementar sementara keluarga Allahyarham menangis dan berpelukan sesama sendiri. Yang perempuan terpaksa keluar kerana tidak sanggup melihat mayat adik mereka. Demikianlah = sakaratulmaut datang menjemput Jalal. Seperti yang dijelaskan di dalam al-quran dan = hadis, ia datang dengan menyentap, merentap dan merenggut nyawa Jalal tanpa ada kasihan belas. Sudah berpuluh-puluh tahun saya menguruskan jenazah dan melihat orang menghadapi saat kematiannya, namun pengalaman menyaksikan sakaratulmaut menjemput Jalal cukup memilukan hati saya. Kesengsaraan = yang ditanggung oleh Jalal sudah berakhir, namun mayatnya meninggalkan = keaiban yang amat sangat. Matanya terbonjol seperti hendak terkeluar sementara giginya menyeringai. Dari kerut wajahnya, jelas sekali Allahyarham baru sahaja menanggung kesakitan dan azab yang amat pedih. Saya cuba pejamkan mata Allahyarham, namun gagal. Kelopak mata tidak berupaya untuk menutup biji matanya yang tersembul itu. Cukup mengerikan kerana hanya mata = putih sahaja yang kelihatan. Ikatan di kaki dan tangan Allahyarham dileraikan = dan tangannya dikiamkan. Kaki Allahyarham dirapatkan, namun sekali lagi saya menyaksikan keaiban kaki Allahyarham tidak boleh dirapatkan kerana = duburnya terpancut keluar dan membonjol di celah kelengkangnya. Saya menenangkan mereka supaya bersabar dan reda dengan apa yang telah terjadi. Selesai membersihkan tubuh Allahyarham, jenazah dibawa turun kerana keluarganya = mahu menguruskan jenazah tersebut di rumah mereka di salah sebuah taman = perumahan di sebuah negeri di pantai barat semenanjung. Rupa-rupanya keaiban belum berakhir. Sebaik sahaja van yang membawa Allahyarham keluar dari = perkarangan hospital, tiba-tiba keempat-empat shock absorbernya patah secara = serentak. Van yang cuma membawa lima orang, mayat yang badannya sederhana sahaja, = dua orang abang dan kakaknya, pemandu serta seorang pembantu, boleh patah = shock absorbernya? Kelindan van bergegas memanggil kami. Maha suci Allah, = Tuhan yang Maha Besar, apabila hendak dikeluarkan dari van, jenazah itu kami rasakan teramat berat hingga terpaksa diangkat oleh kira-kira 15 orang. Selesai masalah itu, satu lagi masalah timbul - tidak ada van atau = kereta yang berani untuk mengangkat jenazah tersebut. Kebetulan sebuah lori = kosong yang mengangkat tanah, pasir ataupun kelapa sawit lalu di tempat = kejadian. Dengan lori itulah jenazah dibawa pulang ke rumahnya. Apa yang = membingungkan kami ialah walaupun mayat berkenaan terlalu berat, tapi kayu penusungnya tidak pula patah. Lori bertolak ke rumah Allahyarham sementara saya pula memandu pulang ke rumah. Saya dimaklumkan bahawa Allahyarham dikebumikan = di sebelah kubur ibunya. Namun diceritakan juga kepada saya bahawa tanah = yang ditambun ke atas kuburnya tidak mencukupi. Untuk mengelakkan kubur Allahyarham berlubang, tanah lain terpaksa diambil dan ditambur ke = atasnya. Tiga hari kemudian, saya menerima panggilan telefon daripada keluarga Allahyarham. "Ustaz, saya nak minta pertolongan dan pandangan daripada ustaz." "Apa masalahnya itu?" tanya saya. "Kubur adik saya berlubang ustaz." Masya-Allah, demikian sekali keaiban yang Allah tunjukkan kepada anak = yang derhaka kepada ibunya. Menurut abang Allahyarham, kewujudan lubang itu disedari sehari selepas Allahyarham dikebumikan. Lubang tersebut bermula dari bahagian tengah kubur hinggalah mencecah kepada papan yang menutup liang lahad. Tambah abang Allahyarham lagi, mereka mengambusnya dengan tanah, namun keesokan harinya kubur tersebut berlubang semula. "Begini sajalah, cuba masukkan sekali kayu atau papan ke dalam lubang tersebut, insya-Allah, tak berlubang lagi," kata saya. Namun keesokan harinya sekali lagi abang Allahyarham menghubungi saya memberitahu bahawa kubur berkenaan berlubang semula. Apa yang membingungkannya, tanah di kubur arwah ibunya langsung tidak berubah, = masih tetap membusut walaupun sudah lebih dua minggu dikebumikan. Bukan itu sahaja, katanya, pokok yang ditanam di kubur ibunya juga hidup segar sedangkan pokok yang ditanam di kubur adiknya mati kelayuan. Pada hari kelima, saya menghubungi abang Allahyarham. "Begini sajalah," kata saya. "Mulai malam ini buatlah majlis Yassin dan tahlil. Panggil 20 orang dan setiap seorang baca Surah Yassin sebanyak 2 kali. Apabila selesai bacaan Yassin, minta imam bacakan doa supaya diampunkan dosa Allahyarham kepada ibunya. Baca dalam bahasa Melayu dan ulang doa itu sebanyak tujuh kali." Seperti yang saya nasihatkan, pada malam berkenaan mereka mengadakan = majlis itu. Namun saya diberitahu, imam yang membaca doa tersebut menggigil ketakutan. Alhamdulillah, pada hari ketujuh, kubur berkenaan tidak lagi berlubang. Peristiwa ini sudah berlaku empat tahun lepas namun masih terbayang-bayang di mata saya. Setiap kali tibanya hari raya aidilfitri, setiap kali itulah peristiwa tersebut menjelma dalam ingatan kerana ia terjadi cuma beberapa hari selepas kita berhari raya. Sungguh menyentuh = hati saya, ketika orang sedang bergembira berhari raya, ketika itulah = keluarga tersebut ditimpa petaka, si ibu meninggal dunia dan anaknya yang derhaka diazab hingga ke akhir hayatnya. Kisah ini saya paparkan bukan untuk mengaibkan Allahyarham ataupun keluarganya, tapi supaya kita dapat mengambilnya sebagai pedoman dan iktibar. Doakanlah semoga dosa Allahyarham Jalal diampunkan Allah. semua ada hikmahnya....

19 HADITH MENGENAI WANITA

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia". 2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan 3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t. 4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya. 5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan. 6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t. 7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya. 8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail. 9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun). 10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki. 11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh. 12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah s.a.w, "Ibunya". 13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu. 14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya. 15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab. 16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu. 17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga. 18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga. 19. Daripada Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka." Sekian, Wallahu a'lam.

Bab Hubungan Suami Isteri

Hadis Jabir r.a katanya: Orang-orang Yahudi telah mendakwa apabila seseorang lelaki bersetubuh dengan isterinya melalui farajnya dari arah belakang akan menyebabkan anak yang dilahirkan akan menjadi juling. Lalu turunlah ayat: نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ Yang bermaksud: Perempuan-perempuan iaitu isteri kamu merupakan tempat kamu bercucuk tanam, buatlah apa yang kamu suka mengikut selera terhadap ladang kamu itu.

Hadis Pilihan Hari Ini.

Hadis Abu Bakrah r.a katanya: Ketika kami bersama Rasulullah s.a.w, baginda telah bersabda: Mahukah aku ceritakan kepada kamu sebesar-besar dosa besar? Ianya tiga perkara, iaitu mensyirikkan Allah, mengherdik kedua ibu bapa dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu. Semasa Rasulullah bersabda, baginda sedang bersandar lalu duduk. Baginda terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata: Semoga baginda berhenti dari menyebut Hadis tersebut.
Hadis Anas bin Malik r.a: Nabi s.a.w pernah menceritakan tentang dosa-dosa besar. Baginda bersabda: Menyekutukan Allah, mengherdik kedua-dua ibu-bapa, membunuh dan berkata dengan kata-kata palsu.
Hadis Abu Hurairah r.a: Rasulullah telah bersabda: Jauhilah tujuh perkara yang boleh membinasakan kamu iaitu menyebabkan kamu masuk Neraka atau dilaknati oleh Allah. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Apakah tujuh perkara itu? Rasulullah bersabda: Mensyirikkan Allah iaitu menyekutukan-Nya, melakukan perbuatan sihir, membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah melainkan dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan harta riba, lari dari medan pertempuran dan memfitnah perempuan-perempuan yang baik iaitu yang boleh dikahwini serta menjaga maruah dirinya, juga perempuan yang tidak memikirkan untuk melakukan perbuatan jahat serta perempuan yang beriman dengan Allah dan Rasul-Nya dengan fitnah melakukan perbuatan zina.
Hadis Abdullah bin Amru bin Al-As r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Di antara dosa-dosa besar ialah seorang lelaki mencerca kedua orang tuanya. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! Adakah akan berlaku seorang lelaki memaki-hamun kedua orang tuanya? Rasulullah menjawab dengan bersabda: Ya. Seorang lelaki yang memaki hamun bapa seorang lelaki lain, nescaya lelaki itu memaki kembali bapanya, begitu juga sekiranya seorang lelaki memaki hamun ibu seorang lelaki lain, nescaya lelaki itu juga akan memaki hamun ibunya.

Sunday, April 24, 2011

Hadis Pilihan

Hadis Abu Said Al-Khudriy r.a: Bahawa kaum Muslimin pada zaman Rasulullah s.a.w telah bertanya: Wahai Rasulullah, adakah kami dapat melihat Tuhan kami nanti pada Hari Kiamat? Rasulullah s.a.w bersabda: Ya! Adakah kamu merasa sukar untuk melihat matahari pada siang hari yang cerah, yang tidak ada awan? Adakah kamu merasa sukar untuk melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa ada awan? Kaum Muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah s.a.w bersabda: Kamu tidak akan mengalami kesukaran dalam melihat Allah Taala pada Hari Kiamat sebagaimana kamu tidak mengalami kesukaran untuk melihat salah satu dari matahari dan bulan. Apabila berlaku Hari Kiamat, para penyeru iaitu para Malaikat mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang mereka sembah sewaktu di dunia. Maka tidak akan kekal seorangpun dari mereka yang menyembah selain dari Allah, iaitu berhala-berhala. Mereka akan dihumban ke dalam Neraka sehingga yang tinggal hanyalah orang-orang yang dahulunya iaitu semasa di dunia menyembah Allah, orang-orang yang baik, orang-orang jahat dan saki-baki Ahli Kitab. Maka orang-orang Yahudi. dipanggil dan ditanya Kepada mereka: Apakah yang kamu sembah sewaktu di dunia? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair Ibnullah, lalu dikatakan kepada mereka: Kamu telah berdusta. Allah tidak pernah menjadikan walau seorangpun sebagai teman iaitu isteri atau anak. Maka mereka telah ditanya: Apa yang kamu inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, wahai Tuhanku! Berilah kami minum. Lalu diisyaratkan kepada mereka: Tidakkah kamu inginkan air? Lalu mereka pun diiringi beramai-ramai ke Neraka, Neraka seolah-olah fatamorgana, sebahagiannya menghancurkan sebahagian yang lain. Mereka pun sama-sama terhumban ke dalam Neraka. Kemudian dipanggil pula orang-orang Nasrani lalu ditanya kepada mereka: Apakah yang kamu sembah semasa di dunia? Mereka menjawab: Kami menyembah Al-Masih anak Allah, lalu dikatakan kepada mereka: Kamu telah berdusta! Allah tidak pernah menjadikan walau seorang pun sebagai teman iaitu isteri atau anak. Maka mereka telah ditanya: Apakah yang kamu inginkan? Mereka menjawab: Kami haus wahai Tuhanku, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan kepada mereka: Tidakkah kamu inginkan air? Lalu mereka diiringi ke Neraka Jahanam. Neraka seolah-olah fatamorgana, sebahagiannya menghancurkan sebahagian yang lain. Mereka pun sama-sama terhumban ke dalam Neraka, sehinggalah yang tinggal hanyalah orang-orang yang dahulunya menyembah Allah Taala, orang-orang baik dan orang-orang jahat. Maka Allah s.w.t, Tuhan sekalian alam datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih rendah daripada bentuk yang mereka ketahui lalu berfirman: Apakah yang kamu tunggu? Setiap umat akan mengikuti apa yang dahulunya mereka sembah. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami! Di dunia, kami memisahkan diri dari orang-orang yang menyusahkan kami iaitu untuk membantu penghidupan di dunia dan kami tidak mahu berkawan dengan mereka iaitu kerana mereka menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama. Allah berfirman lagi kepada mereka: Akulah Tuhan kamu! Mereka berkata: Kami mohon perlindungan daripada Allah kepada kamu, kami tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu pun untuk kali kedua atau ketiga sehingga sebahagian mereka hampir-hampir berubah iaitu kembali kepada kebenaran. Maka Allah berfirman: Apakah di antara kamu dan Allah terdapat tanda-tanda yang membuatkan kamu dapat mengenali-Nya? Mereka menjawab: Ya! Lalu disingkapkan keadaan yang menakutkan itu dan setiap orang yang hendak bersujud kepada Allah dengan keinginan mereka sendiri sudah pasti akan mendapat keizinan Allah sedangkan orang yang akan bersujud kerana takut atau untuk memperlihatkannya, maka Allah akan menyatukan belakangnya sehingga tidak boleh bersujud. Setiap kali hendak bersujud, dia hanya dapat membongkokkan pada tengkuknya. Kemudian apabila mereka mengangkat kepala, Allah telah pun berupa sebagaimana gambaran yang mereka lihat pertama kali tadi. Maka Allah pun berfirman: Akulah Tuhan kamu. Mereka menyahut: Engkau Tuhan Kami! Kemudian dibentangkan sebuah jambatan di atas Neraka Jahanam dan yang dibenarkan ketika itu hanyalah syafaat dari Rasul-rasul di mana mereka mengucapkan: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Kemudian ada yang bertanya Rasulullah s.a.w: Wahai Rasulullah, apakah jambatan itu? Rasulullah s.a.w bersabda: Ianya merupakan lumpur yang licin. Padanya juga terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najd terdapat tumbuhan berduri yang disebut Saadan. Maka seperti itulah besi-besi berkait tersebut. Kepantasan orang-orang mukmin melintasi jambatan tersebut ada seperti kerlipan mata, seperti kilat, seperti angin, seperti burung dan seperti kuda atau unta yang berlari kencang. Mereka terbahagi kepada tiga kumpulan: Selamat dan tidak mengalami apa-apa rintangan, selamat tetapi terpaksa menempuh banyak rintangan dan terkoyak serta yang terus terjerumus ke dalam Neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah bebas dari azab Neraka, maka demi zat yang menguasai diriku iaitu diri Rasulullah nescaya tidak ada orang yang begitu mengambil berat dalam mencari kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran daripada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di Neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya dulu mereka berpuasa bersama kami, mendirikan sembahyang dan mengerjakan Haji. Lalu Allah berfirman kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kamu kenal kerana wajah-wajah mereka diharamkan ke atas api Neraka. Maka ramai yang dapat dikeluarkan dari Neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separuh betis dan lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata: Wahai Tuhan kami, tidakkah ada lagi yang tertinggal di dalam Neraka setelah Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah, siapa saja yang kamu temukan di hatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat satu dinar, maka keluarkanlah. Jadi mereka dapat mengeluarkan ramai manusia. Lalu mereka berkata: Wahai Tuhan kami, Kami tidak tahu apakah masih ada di Neraka seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah, sesiapa saja yang kamu temukan dihatinya ada kebaikan meskipun hanya seberat setengah dinar, maka keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan ramai lagi manusia. Setelah itu mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah, sesiapa saja yang kamu temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meskipun hanya seberat zarah, maka keluarkanlah. Bertambah ramai lagi yang dapat dikeluarkan. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak tahu adakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Sesungguhnya Abu Said Al-Khudriy berkata: Jika kamu tidak mempercayaiku mengenai Hadis ini, maka bacalah firman Allah ayat 40 surah An-Nisa' إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا Yang bermaksud: Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun sebesar zarah dan jika ada kebaikan sebesar zarah, nescaya Allah akan melipat gandakannya serta memberikan dari sisiNya pahala yang besar. Allah s.w.t berfirman: Para Malaikat telah meminta syafaat, para nabi telah meminta syafaat dan orang-orang mukmin juga telah meminta syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah merangkum dari Neraka dan mengeluarkan sekumpulan orang yang sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan. Mereka telah menyedari. Kemudian mereka dilempar ke sebuah sungai di pintu Syurga, yang disebut Sungai Kehidupan. Seterusnya mereka keluar seperti tumbuhan kecil yang keluar selepas dari banjir. Bukankah kamu sering melihat tumbuhan kecil di celah-celah batu atau pohon, bahagian yang terkena sinaran matahari akan berwarna sedikit kekuningan dan hijau, sedangkan yang berada di bawah tempat teduh akan menjadi putih? Para sahabat mencelah: Seolah-olah engkau pernah menggembala di gurun. Rasulullah s.a.w terus bersabda: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalong, sehingga para ahli Syurga dapat mengenali mereka: Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam Syurga, tanpa amalan yang mereka kerjakan dan juga tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kamu ke dalam Syurga, apa-apa yang kamu lihat, ianya adalah untuk kamu. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, Engkau telah berikan kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman: Di sisiKu ada pemberian untuk kamu yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah berfirman: RedhaKu, lalu Aku tidak memurkai kamu selepas ini buat selama-lamanya. (Nombor hadith dalam Sahih Muslim : #269,Bab Mengetahui Bentuk Penglihatan